Apa Saja Hak-Hak Tetangga Menurut Agama Islam?

Sebagai umat muslim, seringkali kita mendengar sebuah kajian ataupun nasihat yang intinya tentang perintah untuk berbuat baik kepada tetangga. Sebagai makhluk sosial, seorang muslim memang tidak akan bisa hidup sendiri tanpa butuh bantuan orang lain. Bahkan orang paling mandiri sekalipun pasti tetap butuh bantuan orang lain dalam hidupnya.

Selain itu, dalam agama Islam terdapat ajaran terkait bagaimana agar umatnya melakukan ibadah secara vertikal kepada Allah (Habluminallah). Namun tak cukup hanya itu, seorang muslim juga perlu melakukan ibadah sosial atau hubungan ibadah secara horizontal sesama manusia (habluminannas).

Menjaga hubungan baik dengan tetangga merupakan salah satu implementasi dari habluminannas tersebut. Islam mengajarkan tentang berhubungan yang baik dengan tetangga.

Firman Allah SWT, “Dan berbuat baiklah kepada ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang miskin, tetangga dekat dan tetangga yang jauh.” (An-Nisa:36).

Jika sudah mengetahui secara jelas kewajiban seorang muslim menjaga hubungan baik dengan tetangga, maka seorang muslim harus mampu mempraktikan secara langsung dalam kehidupan bertetangga di lingkungan sosialnya.

Lalu bagaimana cara dan etika yang harus di perhatiakan oleh umat islam dalam bertetangga? Simak pebhasannya di bawah ini.

Apa Saja Hak-Hak Tetangga Menurut Agama Islam?


Etika Bertetangga dalam Ajaran Islam


1. Tidak menyakitinya dengan ucapan, atau perbuatan. Nabi Muhammad bersabda: “Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka jangan menyakiti tetangganya.” (Muttafaq Alaih).

Seorang muslim harus mampu menahan lisannya dari berucap kasar dan buruk kepada siapapun termasuk tetangga.

2. Berbuat baik kepada tetangganya.

Ada banyak cara untuk berbuat baik kepada tetangga. Salah satu caranya adalah ketika tetangga membutuhkan bantuan tolonglah semampu anda. Ketika tahu tetangga mengalami kesulitan, berinsiatif lah untuk membantu tanpa di minta. Jika tetangga mengundang anda maka usahakan untuk memenuhi undangan tersebut.

Sebagaimana tela disampaikan oleh Nabi Muhammad Saw “Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia berbuat baik kepada tetangganya.” (HR Bukhari).

3. Bersikap dermawan

Nabi bersabda: “Hai wanita-wanita Muslimah, janganlah seorang tetangga meremehkan tetangganya yang lain, kendati hanya dengan ujung kuku kambing.” (HR Bukhari).

Sabda Nabi kepada Abu Dzar RA (Sahabat Nabi): “Hai Abu Dzar, jika engkau memasak kuah, maka perbanyaklah airnya, kemudian berikan kepada tetanggamu.” (HR Bukhari).

Dari hadist diatas nampak sekali bagaimana anjuran untuk berbagi kepada tetangga meski hanya sedikit. Sebab ditengah kondisi ekonomi dan kesadaran sosial yang makin pudar, banyak orang menjadi cuek dan tidak peduli lagi dengan tetangga.

4. Saling menghormati dan menghargai

 Meski hidup bertetangga dan dekat satu sama lain, bukan berarti seorang muslim boleh berbuat seenaknya. Kepentingan apapun yang anda miliki dengan tetangga tetap harus di bicarakan baik baik dan tidak mengambil keputusan sendiri. Contoh dalam agama islam di jelaskan bagaimana menghormati dan menghargai tetangga dengan tidak melarangnya meletakkan kayu di temboknya, tidak menjual atau menyewakan apa saja yang menyatu dengan temboknya, dan tidak mendekat ke temboknya hingga ia bermusyawarah dengannya berdasarkan sabda-sabda Nabi sebagai berikut:

“Salah seorang dari kalian jangan sekali-kali melarang tetangganya meletakkan kayu di dinding rumahnya.” (Muttafaq Alaih)

“Barang siapa mempunyai kebun bersama tetangganya, atau mitra, maka ia tidak boleh menjualnya, hingga ia bermus