Hukum Meninggal Kecelakaan Pesawat, Syahid?

Hukum Meninggal Kecelakaan Pesawat, Syahid?

Hari Sabtu 9 Januari 2021 menjadi sejarah insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Hingga kini, duka masih menyelimuti keluarga korban yang ditinggalkan dan seluruh masyarakat Indonesia pada umumnya.

Tim dari Badan SAR Nasional atau Basarnas dibantu dengan petugas yang lain juga masih terus melakukan pencarian korban pesawat tersebut.

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dengan registrasi PK-CLC, dikabarkan hilang kontak sekitar pukul 14.47 WIB. Pesawat tersebut lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Tangerang, Banten pada Sabtu, 9 Januari 2021 pukul 14.36 WIB.

Berdasarkan data, terdapat 56 penumpang, dua pilot, dan empat awak cabin dalam pesawat rute Jakarta-Pontianak yang diduga jatuh dan meledak di sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu.

Banyak yang memberi semangat untuk para keluarga korban, sekaligus doa yang tulus dari seluruh masyarakat.

Peristiwa tersebut seolah menyadarkan kembali bahwa tidak ada satupun manusia yang tahu kapan dan dimana ajal akan menjemput.

Dari peristiwa kecelakaan pesawat Sriwijaya Air 282, banyak orang bertanya-tanya bagaimana hukum meninggal kecelakaan pesawat dan tenggelam di laut?

Artikel kali ini akan membahas lebih dalam tentang pandangan Islam terhadap para korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182

Seringkali terdengar ungkapan berikut ditengah kajian diatas karpet masjid :

“Umat Rasulullah yang meninggal karena tenggelam atau terlempar dari kendaraan termasuk golongan yang mati syahid.”

Pahala Syahid

Para keluarga korban pastinya berharap agar keluarganya tersebut selamat dari kecelakaan pesawat. Namun, jika Allah berkehendak lain, tidak ada sikap terbaik kecuali bersabar dan berserah diri kepada Allah sembali mengucap kalimat, “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” (Sesungguhnya kami kepunyaan Allah dan kepada Allah jugalah kami kembali).

Allah menjanjikan pahala tak terhingga bagi mereka yang bersabar sebagaimana firman-Nya :

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: Ayat 10)

Bagi keluarga korban, tidak perlu sedih berlebihan karena Allah tidak memberi musibah kepada seseoarang kecuali atas izin-Nya, dan Allah tidak membebani seseorang kecuali dengan kesanggupan-Nya.

Rasulullah menyampaikan bahwa umatnya yang meninggal karena tenggelam atau terlempar dari kendaraan termasuk golongan yang mati syahid. Imam Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan sebuah hadis dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:

“Syuhada (orang-orang yang mati syahid) itu ada lima, (yaitu) ‘Orang mati karena terkena penyakit tha’un (lepra); orang yang meninggal karena sakit perut; orang yang mati tenggelam; orang yang tertimpa bangunan rumah atau tembok; dan orang yang gugur di jalan Allah.”

Dengan demikian, insya Allah para korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dimasukkan oleh Allah sebagai golongan umat yang meninggal syahid. 

Keutamaan Orang yang Mati Syahid

  • Diampuni (seluruh dosanya) pada saat awal terbunuhnya.
  • Diperlihatkan di dunia tempatnya di surga.
  • Selamat dari fitnah kubur.
  • Diselamatkan dari hari yang sangat mencekam (Hari Kiamat).
  • Akan dipasangkan di atas kepalanya sebuah mahkota kebesaran dari Yaquut, yang nilainya lebih besar daripada dunia dan seisinya.
  • Akan dinikahkan dengan 72 bidadari.
  • Akan diperbolehkan memberikan syafa’at bagi 70 anggota keluarganya di akhirat kelak. (Hadis Hasan, HR At-Tirmidzi dan yang lainnya).

Demikian informasi yang dapat kami bagi. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah swt dan mati syahid ketika saatnya sudah tiba.

Aamiin. Semoga bermanfaat