Imam Masjidil Haram Beri Pesan Kepada Umat Islam di Tengah Pandemi

Dunia masih terus berperang menghadapi pandemic virus corona atau Covid-19. Sejak pertama kali muncul di akhir tahun 2019, kini kurang sebanyak kurang lebih 200 negara telah terjangkit dan menginfeksi hampir 2 juta jiwa.

Demi mencegah penyebaran virus, negara-negara di dunia melakukan berbagai upaya. Salah satunya dengan menerapkan aturan pembatasan sosial (social distancing) yakni melarang warganya untuk keluar rumah. Lebih daripada itu, beberapa negara bahkan menerapkan aturan lebih ketat dengan pemberlakuan jam malam hingga lockdown.

Aturan lockdown sendiri memiliki ketentuan yang berbeda-beda di setiap negera. Umumnya negara menerapkan sejumlah sanksi untuk bagi warga yang melanggar aturan lockdown.

Contohnya negara islam ,Arab Saudi. Sejak kasus corona mulai menginfeksi warganya, Arab segera menerapkan sederet aturan yang ketat dan diberlakukan kepada masyarakat.

Seluruh akses masuk ke negara Arab di tutup demi mencegah penyebaran virus dari luar, jam malam diberlakukan secara penuh selama 24 jam termasuk di kota suci, Mekah dan Madinah.

Bahkan kakbah dan masjid al -haram yang terkenal dengan keindahan design dan karpet masjidnya pun tak boleh di kunjungi.

Tak jauh berbeda di kota-kota lain di Arab, jam malam diberlakukan dengan jadwal-jadwal tertentu. Mulai dari pukul 19.00 hingga pukul 06.00. Namun adapula beberapa kota, seperti Kota Jeddah dan Riyadh, yang memberlakukan jam malam lebih awal, yakni pukul 15.00 hingga pukul 06.00.

Menerapkan kebijakan tersebut tentu tidaklah mudah. Apalagi himbauan kepada masyarakat untuk beribadah di rumah. Sebab seperti yang di ketahui, dalam agama islam, sholat berjamaah di masjid lebih utama dibanding sholat sendiri dirumah.

namun ditengah situasi saat ini, karpet masjid pun bisa menjadi media penyaluran yang efektif

Ditengah situasi yang tidak kondusif dan menimbulkan kecemasan dalam masyarakat, Ketua Umum Pengelola Masjidil Haram dan Masjid Nabawi (Haramain), Syekh Abdul Rahman Al-Sudais, seperti dikutip Sahijab dari VIVAnews, menyerukan kepada umat Muslim untuk bersabar. Selain itu, dirinya juga mengimbau kepada umat Islam agar memperhatikan dan mematuhi seluruh protokol kesehatan dan tindakan pencegahan penyebaran virus Corona yang diintruksikan oleh pemerintah.

“Dan, tindakan yang paling penting untuk Anda taati adalah tetap di rumah. Ingat, dengan Anda tetap di dalam rumah, akan menjadi perisai paling penting untuk menjaga diri dari wabah dan penyakit mematikan,” pesan Syekh Al-Sudais dalam sebuah video di Instagram resmi Reasahalharamain.

Imam Masjidil Haram Beri Pesan Kepada Umat Islam di Tengah Pandemi

Umat Islam Harus Bekerjasama Dengan Pemerintah Hadapi Pandemi


Selanjutnya, Syekh Al-Sudais juga menjelaskan mengenai urgensi bekerja sama dengan pemerintah. Beliau menekankan bahwa umat muslim harus mendisiplinkan diri dengan mengikuti seluruh protokol kesehatan yang telah dibuat oleh pemerintah. Karena menjaga diri, fisik dan ruh dari wabah penyakit merupakan tujuan dari syariat Islam.

“Semua ini adalah untuk kemaslahatan diri Anda, kemaslahatan pemerintah Anda, kemaslahatan negara Anda,” ujarnya.

“Hindari kecemasan, jangan panik. Pastikan sumber informasi yang Anda terima diambil dari sumber terpercaya, baik dari otoritas keamanan atau Departemen Kesehatan, atau dari instansi lain yang terkait. Semoga Allah menjaga negara kita dan seluruh negara kaum Muslimin, dari segala keburukan dan penyakit berbahaya,” terang Imam Masjidil Haram itu.

Di beberapa negara lain salah satunya Indonesia memang masih ada beberapa oknum yang mengabaikan himbuan dari pemerintah untuk melakukan kegiatan ibadah di rumah. Padahal MUI telah mengeluarkan fatwa yang memperbolehkan untuk tidak sholat jum’at hingga ketentuan untuk menjalankan ibadah di bulan ramadhan nanti.