Kunci Kebahagiaan Dunia : Tips Belajar Ikhlas

Banyak orang mendamba kan hidup di dunia berkecukupan, penuh gelimangan harta dan mampu mendapatkan segala sesuatu yang di inginkan.

Namun sayangnya, tidak semua orang terlahir dengan segala kemudahan dan kenikmatan tersebut. Kebanyakan yang kita temui dalam kehidupan ini adalah, orang harus berjuang untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.

Perjuangan itu pun tidak selamanya mudah. Ada orang yang di bekali dengan kemampuan, materi, dan lain sebagainya. Namun ada pula orang yang berusaha lebih keras dengan segala keterbatasan yang di miliki untuk bisa mencapai semua itu.

Dengan perbedaan perbedaan yang memang sudah di gariskan oleh Allah tersebut, terkadang timbullah rasa iri, marah, kecewa pada diri seseorang ketika dirinya menghadapi kegagalan/ tidak kunjung mendapatkan apa yang dia inginkan.

Contohnya mudah sekali kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Misalkan saja siswa yang sudah belajar dengan rajin dan tekun, namun tak kunjung mendapat peringkat pertama. Ada pula orang yang mencari kerja kesana kemari dengan segudang prestasi yang di miliki, namun tak kunjung di terima kerja di tempat yang di idam-idamkan. Ada pula orang yang ingin segera berumah tangga namun tak kunjung mendapatkan jodoh.

Ada banyak sekali situasi dan kondisi yang dapat memicu timbulnya rasa iri, marah, kecewa, pada hati seseorang.

Selanjutnya yang dia dapatkan hanyalah rasa penyesalan dan kebencian yang tak kunjung habis. Hidupnya tidak bahagia dan segala sesuatu yang terjadi dalam hidupnya jadi tidak terasa nikmat.

Kunci Kebahagiaan Dunia: Belajar Ikhlas

Kunci Kebahagiaan Dunia : Tips Belajar Ikhlas
  1. Sadari diri tidak punya apa apa

Sejatinya manusia lahir di dunia tanpa membawa apapun bahkan sehelai pakaian. Dirinya hanya lahir membawa jiwa dan raga yang mana merupakan ciptaan dari Allah swt.

Seseorang harus menanamkan dalam diri mereka terkait hal ini. Sadari bahwa dirinya tidak memiliki apa apa. Segala sesuatu yang di dapatkan hingga detik ini hanyalah titipan dari Allah swt.

Termasuk harta, kepandaian, anak/istri, dan juga nyawa nya sendiri.

Maka dari itu, ketika seseorang tidak mendapatkan apa yang dia inginkan, dia tidak akan marah dan kecewa. Sebab sesuatu yang dia inginkan adalah milik Allah.

  • Fokus pada nikmat/kelebihan lain

Ketika manusia di uji dengan kekurangan, dia akan bersedih, gundah dan gelisah. Setiap hari sibuk berfikir bagaimana caranya menutupi kekurangan tersebut.

Baik dalam hal fisik, maupun materi. Ada orang yang terlahir kaya namun memiliki fisik yang kurang sempurna.

Sebaliknya ada pula orang yang kurang mampu namun fisiknya sempurna.

Seharusnya manusia tidak boleh terlalu fokus pada apa yang tidak dia miliki. Tapi fokuslah pada apa yang di punya.

Dengan begitu, akan mudah menutupi kekurangan kekurangan yang di miliki dengan kenikmatan dan kelebihan lain.

  • Lihat kondisi orang dibawah anda

Manusia terlahir dengan kondisi yang berbeda beda, baik fisik, kepribadian, materi, lingkungan keluarga, dan lain sebagainya.

Setiap masalah memiliki jenjang kelas yang berbeda. Oleh sebab itu, ketika di hadapkan pada suatu masalah atau kondisi yang tidak menyenangkan, baiknya manusia membandingkan dirinya dengan orang orang kurang beruntung di luar sana.

Jangan selalu membandingkan diri dengan orang orang yang berada di atas nya, karena itu hanya semakin membuat manusia iri antara satu dengan yang lain.

  • Bersyukur

Kunci untuk mendapatkan kebahagiaan di dunia adalah dengan bersyukur. Terkadang kebahagiaan tidak bisa di beli dengan nominal berapapun, namun bisa di dapatkan hanya dengan cara bersyukur.

Mensyukuri semua yang di miliki dan ada dalam kehidupan nya jauh lebih penting dibanding mencari apa yang tidak punya.

Karena kebahagiaan tidak perlu di cari, tapi bisa di ciptakan sendiri dengan bersyukur.

Bahkan di dalam Al –Qur’an telah di sampaikan bahwa orang orang yang bersyukur maka allah akan menambah nikmat nya. Sehingga bersyukur menjadi kunci kebahagiaan dunia