Pandangan Islam Bencana Kebakaran Hutan Sumatera dan Kalimantan

Pandangan Islam, Bencana Kabut Asap Sumatera dan Kalimantan

Pandangan Islam Bencana Kebakaran Hutan Sumatera dan Kalimantan – Sudah tak terhitung lagi berapa kali hutan kita di sumatera dan Kalimantan terbakar. Seolah mengulang kembali kejadian yang sudah sudah, bahka setiap tahun nya justru makin bertambah parah.

Bencana kebakaran hutan dan kabut asap yang saat ini tengah menimpa saudara saudara di Sumatera dan Kalimantan tentu juga mengundang banyak perhatian dari warna Negara Indonesia di tempat tempat lain.Kita semua turut merasakan kerugian akibat kebakaran hutan dan kabut asap yang di timbulkannya. Bahkan tak hanya warga Negara Indonesia saja, Negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura pun juga turut terkena dampak negative dari bencana kebakaran hutan dan kabut asap ini.

Banyak sekali factor yang di kaitkan dengan kebakaran hutan dan lahan di sumatera dan Kalimantan. Para peneliti mengatakan bahwa penyebab dari kebakaran hutan disebabkan karena factor alam dan manusia. Penyebab utama karena factor alam adalah karena musim kemarau yang berkepanjangan yang menyebabkan keadaan hutan panas, banyak daun dan ranting ranting kering yang jatuh dan bergesekan sehingga memicu munculnya percikan api yang semakin membesar dan meluas hingga terjadi kebakaran hebat. Ditambah curah hujan yang sangat rendah

Namun ada pula factor manusia yang mana beberapa pihak curiga adanya campur tangan manusia yang tidak bertanggung jawab dan sengaja membakar hutan untuk membuka lahan dan menjadikannya area perkebunan, atau secara tidak sengaja meninggalkan punting rokok yang masih memiliki bara api menyala.

Apapun penyebab dari kebakaran hutan tentu saja dampak dari kebakaran hutan ini sangat merugikan bagi bangsa Indonesia, dan masyarakat yang tinggal di wilayah kebakaran pada khususnya.

Aktivitas mereka sehari hari terganggu, warga terancam mengalami pneumonia dan infeksi saluran pernafasan akut  (ISPA) lainnya. Selain itu, perusahaan maskapai penerbangan juga mengalami kerugian karena jadwal penerbangan menjadi kacau akibat jarak pandang yang sedikit / tidak maksimal dan tidak memungkinkan di lakukan penerbangan.

Pandangan Islam Terhadap Kabut Asap.

Dalam pandangan islam, semua umat islam dan manusia seharunya menghargai pohon sebagai makhluk ciptaan Allah yang juga hidup dan bertasbih kepada Allah. Allah menciptakan pohon dengan segala manfaat nya untuk kehidupan manusia dan menjaga keseimbangan ekosistem di bum.

Oleh sebab itu didalam HR. Abu Dawud di sebutkan :

“Barang siapa menebang pohon sidr maka akan di tuangkan di atas kepalanya air yang panas. “

Ringkasan dari hadist yang lain yaitu berbunyi :

“Barang siapa menebang pohon bidara yang menaungi ibnu sabil, hewan ternak dengan zalim dan cara tidak baik, maka Allah akan menuangkan air panas pada kepalanya di neraka”

Islam melarang umatnya untuk melakukan kegiatan eksploitasi alam seperti menebang pohon sembarangan. Apalagi jika sengaja membakar hutan hanya untuk kepentingan pribadi dengan cara yang salah dan justru merugikan banyak pihak.

Fenomena fenomena tersebut memang seringkali terjadi di kawasan hutan sumatera dan Kalimantan. Dimana ada oknum yang tidak bertanggung jawab mencuri pohon  di hutan dengan menebang nya secara sembarangan, menebang pohon untuk membuka lahan, bahkan hingga membakarnya.

Semua itu di lakukan untuk kepentingan pribadi dan menambah pundi pundi uang yang di miliki secara pribadi.

Perbuatan tersebut tentunya sangat di larang dalam islam. Bahkan Rosulullah saja melarang umat islam menebang pohon yang pernah di gunakan untuk berteduh oleh seseorang atau hewan ternak. Jika hendak menebangnya ,harus ada alasan yang kuat dan meyakinkan yakni untuk kemaslahatan umat manusia dan tidak menimbulkan kerugian yang besar.

Begitulah pandangan islam terhadap eksploitasi alam dan kebakaran hutan. Semoga bermanfaat.