Tren Buka Tutup Jilbab :Apakah Hijrahmu Sekedar Ikut-ikutan?

Tren Buka Tutup Jilbab :Apakah Hijrahmu Sekedar Ikut-ikutan?

Sejak tahun 2017, tren menggunakan hijab mulai booming di Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah musim terbanyak di dunia, seharusnya memang wajar jika banyak perempuan yang menggunakan jilbab jumlahnya banyak.

Namun miris, kenyataannya, walaupun beragama islam ternyata ada banyak pula muslimah yang memilih tidak mengenakan hijab. Meski pun sebenarnya mereka tahu bahwa di dalam agama islam perintah untuk menutup aurat menggunakan jilbab telah ada di dalam Al –Quran.

Kebanyakan para muslimah ketika di Tanya kenapa belum memakai hijab padahal sudah baligh, jawabannya kebanyakan hampir sama, ‘belum siap’. Ketidaksiapan untuk memakai hijab di dasari oleh asumsi bahwa seseorang perempuan yang memakai hijab adalah seorang muslimah yang sudah paham aturan agama dan taat terhadap perintah perintahnya.

Sedangkan jika mereka melihat kondisi diri masing masing, masih merasa sering berbuat salah dan tidak pantas untuk berhijab.

Bahasa yang sering di jadikan alibi untuk menghindari perintah berhjijab adalah, ungkapan bahwa sebaiknya hati dulu yang pertama kali di pakai kan hijab baru kemudian aurat dan lain lain menyusul.

Padahal jelas anggapan tersebut keliru. Perintah untuk menutup aurat dengan hijab adalah wajib. Dimana setiap hal wajib yang di tinggalkan hukumnya dosa. Apalagi jika seorang muslimah sudah tahu terkait perintah tersebut.

 Namun sayang sekali hanya sedikit orang orang yang paham dan memiliki anggapan keliru. Sehingga ketika melihat seorang perempuan berjilbab yang berbuat salah, dirinya langsung cepat menghakimi dan menyalahkan.

Padahal bukan perkara hijab yang salah, namun akhlaq seseorang lah yang salah. Memakai jilbab memang tidak menjamin seorang muslimah memiliki akhlak dan budi pekerti yang luhur. Muslimah yang belum memakai jilbab pun juga tidak berarti berakhlak buruk.

Bedanya hanyalah, mereka yang memilih memakai jilbab meski tahu kondisi imannya belum sempurna tahu bahwa berjilbab adalah wajib dan dosa hukumnya jika di langgar. Untuk itulah, mereka berusaha menutupi pintu dosa yang jelas jelas terbuka supaya pintu pintu dosa yang lain ikut tertutup.

Tren Berjilbab Yang Makin Marak

Sejak tahun 2017, tren penggunaan hijab mulai masuk ke gaya berbusana kalangan millennial. Dimulai ketika pengguaan gamis dan jilbab syar’I yang sedang trend di gunakan di bulan puasa dan hari lebaran.

Namun nampaknya antusiasme perempuan di Indonesia tak berhenti hanya di bulan ramadhan saja. Terbukti di bulan bulan setelahnya berbagai model hijab masih terus menjadi trend dan semakin memiliki beraneka ragam model.

Jika berbicara factor yang menyebabkan itu terjadi tentu amat lah luas. Setiap hal yang terjadi saling berkaitan dan memberkan efek domino bagi aspek kehidupan masyarakat yang lain. Contohnya saja saat bank syariah mulai menjadi trend di bidang perbankan, hingga mempengaruhi industry industry lain seperti hiburan, hotel, pariwisata, dan makanan.

Tidak menutup kemungkinan industry fashion pun mendapatkan dampaknya.

Kesadaran para muslimah semakin meningkat untuk menutup aurat nya dengan jilbab. Tersedianya berbagai busana muslim yang syar’I namun trendy juga semakin menambah minat para muslimah untuk berjilbab.

Namun tentu saja ada perbedaan mendasar dari seorang muslimah yang menggunakan hijab karena Allah dan sadar bahwa menggunakan jilbab adalah perintah yang wajib di taati, dengan seorang muslimah yang menggunakan hijab hanya sekedar untuk mengikuti trend.

Hal pertama yang bisa di lihat tentu dari cara penggunaan hijab nya. Jika menggunakan hijab karena Allah dan betul betul ingin menaati perintah Nya, maka jilbab yang di gunakan pun adalah jilbab syar’I yang menutupi dada serta pakaian muslimah yang sopan dan benar.

Kedua, jika ketika model jilbab dan busana muslim sudah mulai terbatas serta antusiasme masyarakat menggunakan jilbab sudah tidak setinggi sebelumnya, seorang muslimah sejati akan tetap menggunakan hijab selamanya setelah mendapat hidayah untuk memakainya.

Bagi yang berhijab sekedar mengikuti tren, hijab yang di gunakan masih banyak yang belum syar’I dan mudah terlepas kapanpun saat dunia fashion berganti.

Wallahu’alam. Semoga bermanfaat.