Ulama Gus Sholah Wafat, 5 Hal Ini Bisa Di Teladani Kaum Muslim Millenial

Gus Sholah Wafat – Minggu (2/2/2020) malam K.H. Dr. Ir. Salahuddin Wahid atau Gus Sholah meninggal dunia di usia 77 tahun setelah berjuang melawan sakit jantung yang di derita. Ipang Wahid, Putranya menjelaskan bahwa adik kandung Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tersebut wafat di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta.

Sosok Gus Sholah dikenal sebagai seorang ulama, politikus, sekaligus akademisi terkemuka di Indonesia. Gus Sholah juga merupakan tokoh bangsa yang juga berperan sebagai pengasuh Pondok Pesantren yang terkanal, yakni Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.

Pondok pesantren yang khas dengan karpet masjid dan bangunan nya

Sebagai sosok yang penting dan terlah menebar manfaat di berbagai bidang kehidupan bangsa dan agama, kepergiannya pun sontak menuai duka dari berbagai lapisan masyarakat hingga tokoh negara. Sosok cendekiawan yang hidupnya telah banyak menginspirasi ini pun memiliki banyak sifat yang perlu di teladani.

Ulama Gus Sholah Wafat, 5 Hal Ini Bisa Di Teladani Kaum Muslim Millenial

Berikut ini hal-hal yang bisa diteladani kamu para anak muda dari Gus Sholah:

Hal Teladan dari Sosok Gus Sholah

Rendah Hati dan Tidak Sombong
Meski memiliki banyak jabatan penting dalam urusan negara dan agama, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah dikenal sebagai sosok yang selalu bersahaja dan tidak sombong.

Terdapat sebuah  kisah mengenai bersahaja nya  Gus Sholah yang  tidak memandang seseorang berdasarkan status sosialnya ini dan disampaikan oleh tokoh Golkar Jawa Timur Zahrul Azhar Asad atau dikenal dengan nama Gus Han.

Beliau pun berkisah, pada suatu hari ketika hendak mengadakan tasyakuran kecil-kecilan di rumah.
“Saya mencoba membuat undangan tanpa kertas, maka saya pun membroadcast cukup melalui media BBM, dan salah satu yang saya share adalah Gus Sholah. Pikir saya yang penting doanya dari apa yang saya maksudkan, itu sudah Alhamdulillah. Tapi ternyata di luar dugaan beliau berkenan hadir ke rumah bersama Bu Nyai dalam acara tasyakuran kecil-kecilan tersebut,” ungkapnya.

Hidup Sederhana

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj pun mengenang sosok Gus Sholah sebagai pribadi yang berakhlak mulia dan sangat sederhana.

“Gus Sholah pribadi yang sangat sederhana. Enggak glamor, enggak mewah, sangat sederhana,” kata Kiai Said seperti dikutip dari situs NU.

Meski demikian, menurut Kiai Said kemajuan Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur tidak bisa dilepaskan dari Gus Sholah. Dalam hidupnya, Gus Sholah memiliki perhatian bagaimana mengembangkan pesantren yang didirikan oleh kakeknyq, Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari itu.

Toleransi

Sebagai salah seorang ulama dari organisasi islam terbesar di Indonesia, Gus Sholah dikenal sebagai tokoh bangsa yang selalu menjunjung toleransi. Mengingat semangat toleransi di Indonesia adalah suatu hal yang harus selalu di jaga di tengah berbagai perbedaan.

Gus Sholah juga pernah mengingatkan umat muslim untuk tidak dengan mudah melabeli seseorang munafik. “Yang berhak menghakimi itu Allah. Kalau anda membuat pendapat seperti itu untuk diri anda sendiri saya setuju. Tapi kalau untuk orang lain saya tidak setuju. Anda tidak mempunyai hak untuk menghakimi orang lain,” ujar mantan Ketua PBNU itu.

Berpikir Maju ke Depan

Gue Sholah merupakan pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur yang selalu berusaha berpikir maju ke depan dalam mengembangkan kemampuan dan ilmu anak-anak didiknya. Hal ini pun terungkap dalam kenangan Sandiaga Uno mengenai sosok Gus Sholah.

“Beliau ingin agar santri bisa menghadapi perkembangan zaman revolusi industri khususnya di bidang kewirausahaan, sehingga beliau mengundang kami untuk memberikan materi dan kerja sama jangka panjang agar santri dididik menjadi santripreneur, sehingga bisa jadi santri mandiri dan bisa membuka kerja bukan mencari lapangan kerja,” urai Sandiaga saat melayat di RS Harapan Kita

Gigih Menjaga Persatuan Bangsa

Presiden Jokowi menyampaikan rasa duka cita mendalamnya atas meninggalnya Gus Sholah. Jokowi memiliki kenangan tersendiri atas kiprah almarhum semasa hidup. Presiden ke-7 RI itu mengatakan Gus Sholah akan selalu dikenang sebagai tokoh yang gigih menjaga dan merawat persatuan bangsa.

“Beliau banyak menyampaikan mengenai keislaman dan keindonesiaan. Saya kira hal-hal yang berkaitan dengan Islam dan kebangsaan sering disampaikan beliau kepada saya,” kata Presiden.